baru-baru ini kekerasan massa terjadi lagi di indonesia. dengan mengatasnamakan tuhan, sekelompok orang menyerang dengan membabi buta kelompok lain yang sedang menyuarakan aspirasinya. di negara ini tampaknya tidak boleh ada perbedaan pendapat. jika ada perbedaan pendapat, maka yang kuatlah yang menang. inilah indonesia, sebuah republik hantu yang selalu menyuarakan penegakan hak azasi manusia tanpa pernah tau hakekat manusia itu sendiri. sungguh miris..
front pembela islam, sebuah kelompok garis keras yang sudah seringkali melakukan aksi rimbanya di indonesia. kita tentu masih ingat ketika bulan ramadhan tahun lalu, anggota kelompok ini dengan seenaknya merazia dan memukuli orang-orang yang dianggap kafir karena berada di kafe, klub malam, tempat pijat, dan lain sebagainya.
dimana polisi? undang-undang kita dengan tegas menyatakan bahwa kepolisian bertanggung jawab atas keamanan setiap warga negara indonesia. peristiwa monas minggu lalu memperlihatkan betapa memblenya aparat kepolisian kita. polisi seakan membiarkan terjadinya penganiayaan massal itu. stupid!
presiden kita yang ganteng itupun sama saja. daripada pusing mikirin kekerasan massa seperti ini, sby tampaknya lebih suka membuka pameran lukisan, meresmikan acara ini itu, atau menonton ayat-ayat cinta. bah, mau dibawa kemana republik ini?
kalo dipikir-pikir, ada baiknya cara yang dipakai soeharto dulu. setiap orang yang dianggap berperilaku “menyimpang” (misalnya fpi), tanpa banyak cakap pemimpinnya ditangkap dan dihilangkan. cara inilah yang membuat indonesia aman selama 32 tahun kepemimpinan soeharto.
beranikah sby melakukan hal yang sama? ah, mimpilah itu.. jenderal sih boleh jenderal, tapi sby tidak punya pengalaman apapun soal memimpin pasukan. keberaniannya mengambil tindakan tegas juga belum terbukti selama dia jadi presiden republik ini.
tapi bagaimanapun, inilah negaraku. aku cinta negeriku, dan berharap terjadi transformasi atas negeri ini. ini indonesia, bukan republik hantu..
